Are you ready to read?

Membaca

satu sore, saat berburu buku murah di Gram-Ex bersama bu Damajanti dan Tristan, saya bertemu dengan seorang ibu dari anak perempuan berumur 2 tahun, yang menanyakan hal, yang buat saya, amat mengejutkan,

"umur berapa bu, anaknya,"
"20bulan"
"wah, sudah bisa membaca?"

WHAT... saya agak lama memproses pertanyaan ini, persepsi saya biasanya pertanyaan antar ibu yang baru kenal adalah, "sudah bisa apa?" atau, "sudah sekolah dimana?" karena lama tidak menjawab ibu itu dengan bersemangat langsung melanjutkan (yang menurut saya agak menuduh nih),

"wah, kasihan sekali, anaknya tidak diajari membaca"

waduh... saya tercekat...

"memangnya diajarin apa dong anaknya?"

"saya? saya membantu Tristan mempersiapkan diri untuk mengeksplorasi dunia dimulai dengan alam sekitarnya.."

ya, baru saya mencoba mengkompilasi segala sesuatunya..

untuk anak umur 1-3tahun, saya terbiasa memfokuskan pada persiapan yang mendukung fisik dan sosialnya...

dan secara motorik, wah Tristan jagonya tuh... menggiring dan melempar bola, berlari, meniti titian, monkey bar, sliding, wah, segala mainan fisik dilalap.. secara intrapersonal & interpersonal, Tristan juga ga ada takutnya karena terbiasa berkenalan dengan mahasiswa, guru-guru, dan semua relasi saya.. secara bahasa, karena terbiasa saya bacakan cerita dan saya bimbing bercerita, Tristan sudah bisa bercerita tentang pengalaman hari ini pada papanya.. kosakata? hmm.. macam-macam binatang (dan suaranya), angka (bahasa Indonesia & bahasa Inggris), beberapa lagu (cicak, kebunku, pelangi, hujan, kereta api, nina bubu, satu-satu, ikan-ikan, twinkle little star, itsy bitsy spider, if you're happy, and more), dan yang "normal" dan paling penting buat saya, Tristan menunjukkan ketertarikan dan keingintahuan terhadap banyak hal disekitarnya, yang menurut saya, hal ini sudah amat menggembirakan, bukankah begitu?

saya mengerti bahwa setiap anak dikaruniai kapasitas otak yang luar biasa..
saya memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan belajar yang amat besar..

namun, menurut pendapat saya, membaca adalah satu hal yang membutuhkan tingkat pemikiran yang lebih tinggi..

***

[wikipedia]

Reading is a complex cognitive process of decoding symbols for the intention of deriving meaning (reading comprehension) and/or constructing meaning. Written information is received by the retina, processed by the primary visual cortex, and interpreted in Wernicke's area.

Reading is a means of language acquisition, of communication, and of sharing information and ideas.

Readers use a variety of reading strategies to assist with decoding (to translate symbols into sounds or visual representations of speech, and comprehension. Readers may use morpheme, semantics, syntax and context clues to identify the meaning of unknown words. Readers integrate the words they have read into their existing framework of knowledge or schema (schemata theory).

****

membaca tidak sekedar "menghafal" huruf dan suku kata, karena tanpa diajari pun Tristan sudah bisa menunjuk Pizza Hut, McD, Sun City, Supermal, Osram, dan berbagai tulisan lain, tapi Tristan bukan membaca, melainkan menghafal gambar tuh..

karena membaca tidak sesederhana itu, maka seharusnya, ananda sebaiknya diberi pengantar atau persiapan untuk itu..

***

Jean Piaget membagi tahapan tumbuh kembang kognitif ke dalam 4 tahapan:
  • sensory motor (0-2thn): bereksplorasi terhadap lingkungan melalui pancaindera (mata, indra raba, pengembangan ketrampilan motorik secara menyeluruh)
  • pra-operasional (2-7thn): pembentukan jati diri, berorientasi pada masa kini, lebih berintuisi daripada berpikir logis
  • konkret operasional (7-11thn): mulai mengenal angka, bentuk ruang dan pengukuran, penggolongan, dan mengaplikasikan proses logis kedalam pemecahan masalah-masalah yang konkret
  • format operasional (11thn keatas): dapat berpikir abstrak, bersintesis dan berhipotesis, pengembangan ide-ide, pengembangan berpikir logis secara abstrak, pengambilan kesimpulan dan generalisasi, berargumen dan pemahaman perbedaan pendapat serta perbedaan cara berpikir
****

karena itu, pemahaman yang nantinya akan menuju kebutuhan akan membaca perlu terlebih dulu distimulasi..

bukankan segala pengetahuan dapat dikondisikan dalam tahapan belajar?

maka yang perlu diberikan adalah PreReading Skills..

***

The Pre-reading Skills
  1. Matching - When we read, part of what we do involves matching. Children learn to match shapes, patterns, letters and, finally, words.

  2. Rhyming - Research shows that children who can understand about rhyming words have a head start in learning to read and, even more, to spell.

  3. Letter skills - As well as looking at letters, children need to learn what sounds the letters can make.

  4. Direction - Print goes from left to right. We know that but children need to practise it (especially left-handed children).

  5. Motor skills - Since reading and writing are best taught together, pencil control is important.

  6. Concepts of print - This really means 'how we look at books'. Following print the right way, turning the pages, looking at pictures, 'where are the words...?'

  7. Language skills - The more experience children have of language, the more easily they will learn to read. Your child needs to hear and join in conversations (with adults and children), and listen to stories and poetry of all sorts.
****

so...

let's provide our children with pre-reading skills, not push them drawn into something they don't need to be able to yet..

No comments:

Post a Comment